Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korea Utara

Kemampuan Peretasan Korut

#Fokus Sepekan l 2020-09-10

Selangkah Satu Korea

ⓒ YONHAP News

Pada tanggal 2 September, jaringan layanan perbankan elektronik dunia, SWIFT mengatakan bahwa Korea Utara mulai mencuci dana mereka dengan menggunakan aset virtual berbentuk mata uang kripto. SWIFT menyatakan bahwa salah satu kelompok peretas Korea Utara bernama Lazarus mencoba untuk mencuci mata uang kripto setelah menjalankan serangan dunia maya untuk mencurinya dari bursa dan kemudian melakukan transaksi melalui bursa yang berbeda. Tentunya Amerika Serikat (AS) secara konsisten meningkatkan kewaspadaan tentang pencucian mata uang virtual yang dicuri melalui dunia maya oleh Korea Utara.


Korea Selatan adalah salah satu target terbesar dari kelompok peretas Korea Utara. Serangan dunia maya oleh Talium, sebuah kelompok peretas lain yang diyakini beroperasi dari Korea Utara, akhir-akhir ini meningkat secara signifikan. Talium melancarkan serangan dunia maya terhadap peneliti di lembaga studi Korea Utara di Korea Selatan, karyawan di perusahaan pertahanan, serta pembelot, dan wartawan yang meliput berita tentang Korea Utara. Serangan dunia maya Korea Utara terus berkembang. Korea Utara betul-betul menderita krisis keuangan karena sanksi internasional, sehingga negara itu sudah mencoba berbagai serangan dunia maya untuk menghasilkan uang. Untuk tujuan itu, Korea Utara mencari, mencuri, dan mendapatkan mata uang kripto. Industri keamanan global memperingatkan seluruh negara untuk mengambil tindakan pencegahan khusus serangan dunia maya, karena Korea Utara menggunakan teknik peretasan yang lebih canggih dan terencana.


Mata uang asing yang diperoleh secara ilegal oleh peretas Korea Utara merupakan satu-satunya sumber dana utama rezim Korea Utara yang tengah dikenakan berbagai sanksi internasional. Ada yang memperkirakan bahwa serangan dunia maya Korea Utara akan terus menjadi ancaman bagi seluruh dunia dan negara tersebut akan memimpin peretasan mobile pada tahun ini. Pelaku serangan dunia maya dari Korea Utara akan terus meretas lembaga keuangan di seluruh dunia dan mencuri mata uang kripto untuk memperoleh dana.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >