Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Politik

Presiden Moon: Reformasi Demi Keadilan dan Anggaran Ekspansif Sangat Diperlukan

Write: 2019-10-22 15:09:02Update: 2019-10-22 17:58:04

Presiden Moon: Reformasi Demi Keadilan dan Anggaran Ekspansif Sangat Diperlukan

Photo : YONHAP News

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in menyampaikan bahwa pemerintah Korea Selatan akan lebih agresif dalam melakukan reformasi ke arah 'keadilan' di masyarakat, dengan menghargai seruan masyarakat, sekaligus mendesak parlemen untuk memainkan peranan penting demi reformasi kejaksaan yang merupakan kehendaknya masyarakat. 

Presiden Moon juga menegaskan bahwa anggaran ekspansif sangat penting untuk tahun depan karena kebijakan fiskal agresif lebih diperlukan daripada sebelumnya. Untuk itu, dia menyerukan parlemen untuk segera mengadopsi rancangan anggaran tahun depan sebesar 513,5 triliun won, karena ekonomi Korea Selatan sedang menghadapi krisis karena ekonomi global yang memburuk. 

Moon pada hari Selasa (22/10/19) mengatakan dalam pidatonya untuk kebijakan admisnistrasinya di Majelis Nasional, bahwa dengan terkuaknya kasus mantan Menteri Kehakiman Cho Kuk, dirinya sekali lagi merasakan keinginan rakyat yang sungguh-sungguh mengharapkan keadilan dan reformasi. 

Dikatakan bahwa dia memiliki tanggung jawab yang berat sebagai presiden terhadap permintaan masyarakat untuk bahkan mengubah dasar ketidakadilan dan hak istimewa yang sah dalam legislasi.

Bersamaan dengan itu, dia mengungkapkan perlunya pembangunan 'keadilan' yang baru di bidang ekonomi, sosial dan budaya secara keseluruhan, khususnya di bidang pendidikan dan masalah perekrutan. 

Moon juga menegaskan reformasi kejaksaan harus segera dilakukan dengan mengumpulkan keinginan masyarakat, sehingga parlemen dapat segera mengadopsi rancangan undang-undang mengenai reformasi kejaksaan, termasuk mengenai hak pengaturan investigasi polisi dan kejaksaan, serta peluncuran badan penyelidik korupsi pejabat senior. 

Dia mengatakan bahwa keuangan pemerintah harus berfungsi dengan baik sebagai pemecah guncangan eksternal serta pendorong pemulihan perekonomian. 

Dia menambahkan bahwa rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) akan berada di bawah 40 persen pada tahun depan, yang jauh lebih rendah daripada rata-rata 110 persen dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). 

Presiden Moon mengatakan bahwa Korea Selatan harus menuju ekonomi yang inovatif, inklusif, adil dan damai di mana semua warga hidup dalam kemakmuran, sembari menambahkan bahwa anggaran untuk tahun depan dirancangkan berdasarkan hal ini.

Pilihan Editor