Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Perjanjian Perdagangan Bebas Terbesar di Dunia, RCEP Telah Diluncurkan

#Isu Sepekan l 2020-11-21

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Sepuluh negara anggota ASEAN, Korea Selatan, China, Jepang, Australia, dan Selandia Baru menandatangani perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership, RCEP) yang merupakan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement, FTA) terbesar di dunia pada tanggal 16 November. Skala negara-negara yang berada di bawah payung RCEP mencapai 30 persen populasi, produk domestik bruto (PDB), dan jumlah perdagangan dunia sehingga disebut sebagai “Mega FTA”.


Penandatangan itu diadakan bersama konferensi tingkat tinggi secara virtual. Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dalam pidatonya mengatakan dirinya yakin RCEP akan berkontribusi pada pemulihan multilateralisme di seluruh dunia dan perkembangan ketertiban perdagangan bebas.


Para pemimpin dari kelima belas negara tersebut mengadopsi pernyataan bersama dan mengemukakan tekad mereka untuk segera menjalankan proses yang dibutuhkan di masing-masing negara.


Pemerintah Korea Selatan memperkirakan RCEP dapat diberlakukan pada semester pertama tahun depan.


Ide untuk RCEP pertama kali dikemukakan oleh Jepang lalu ASEAN yang memimpin pelaksanaannya. Setelah konflik perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, RCEP dipandang sebagai blok ekonomi yang dipimpin oleh China.


Setelah pengumuman untuk perundingan RCEP dalam KTT ASEAN yang diselenggarakan di Kamboja pada November 2012 lalu, telah diadakan 31 perundingan, 8 pertemuan menteri, dan 4 KTT selama delapan tahun hingga pada akhirnya ditandatangani pada tahun ini.


RCEP akan memiliki dampak positif pada pasar Korea Selatan, tetapi ada juga kekhawatiran. RCEP akan mempunyai efek yang sama seperti halnya Korea Selatan menjalinkan FTA dengan Jepang, sehingga barang-barang Jepang akan menguasai pasar Korea Selatan dengan cepat. Jika demikian, maka langkah penanggulangan Korea Selatan untuk memperkuat bidang bahan baku, suku cadang, dan peralatan akan menghadapi kesulitan. Namun, pemerintah Korea Selatan menyatakan dampaknya pada industri domestik dapat diminimalkan karena perlengkapan keamanan telah disediakan, seperti penghapusan bea masuk.


Dalam hal perdagangan dengan negara-negara ASEAN, Korea Selatan akan memiliki pangsa pasar yang lebih luas. Penghapusan bea masuk di negara-negara ASEAN naik hingga 91,9-94,5 persen.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >