Hubungan diplomasi Korea Selatan dan Kuba telah memasuki waktu satu tahun, sejak mulai terjalin pada 14 Februari tahun 2024 lalu.
Sebelumnya, Korea Selatan dan Kuba pernah menjalin hubungan persahabatan setelah Kuba mengakui Korea Selatan pada tahun 1949 lalu, namun hubungan itu terputus setelah revolusi sosialis Fidel Castro pada tahun 1959, dan kembali terjalin pada tahun lalu untuk pertama kali dalam 65 tahun.
Negosiasi untuk menjalin hubungan diplomatik dilakukan di bawah keamanan ketat untuk mencegah pengaruh Korea Utara yang merupakan negara saudara Kuba. Dimana negosiasi tersebut membuahkan hasil yang positif karena Kuba ingin melakukan pertukaran budaya dan kerja sama ekonomi dengan Korea Selatan.
Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Kuba selanjutnya resmi didirikan di ibu kota Havana pada bulan lalu, dan Kedutaan Besar Kuba untuk Seoul juga akan dibuka di Seoul pada bulan depan.
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan bahwa kedua pihak tengah berupaya untuk meningkatkan cakupan bidang pertukaran secara bertahap, yang diawali dengan pertukaran budaya, olahraga, dan personel.
Sementara itu melihat volume perdagangan antara Korea Selatan dan Kuba pada tahun lalu masih dalam kategori yang sederhana, dengan mencatatkan angka 20 juta dolar AS per tahun.
Korea Selatan mengekspor lembaran baja berlapis, mobil, lembaran baja galvanis, suku cadang untuk mobil, mesin, dan lainnya ke Kuba, sedangkan Kuba mengekspor bahan logam, produk makanan, dan lainnya ke Korea Selatan.
Akibat sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Kuba yang berlangsung selama lebih dari 60 tahun, tidak banyak kemungkinan peningkatan perdagangan antara Korea Selatan dan Kuba. Sehingga disarankan kedua pihak untuk memperdalam kerja sama ekonomi melalui Bantuan Pembangunan Resmi (ODA).