Ruang Referensi

Home > Ruang Referensi > KTT antar-Korea > Pertama

Pertama

KTT antar-Korea 2018

  • Moon Jae-in - Presiden Korea Selatan
  • Kim Jong-un - Kepala Komite Urusan Dalam Negeri Korea Utara
  • Hari/Tanggal: Jumat, 27 April 2018
  • Tempat: Rumah Perdamaian di desa gencatan senjata Panmunjeom

Tanggal dan Kejadian Penting Perkembangan Hubungan Antar-Korea

2017
2017
6 Juli Presiden Moon Jae-in diundang untuk berbicara di Yayasan Körber, Berlin, di mana dia mengumumkan "Deklarasi Berlin", rencana perdamaian untuk Semenanjung Korea.
- Kembali ke Deklarasi Bersama 15 Juni dan 4 Oktober
- Mengupayakan denuklirisasi Korea Utara yang menjamin keamanan rezim Korea Utara
- Membangun rezim perdamaian yang berkesinambungan di Semenanjung Korea
- Menggambar peta ekonomi baru di Semenanjung Korea
- Mengupayakan proyek kerja sama dan pertukaran non-politik
3 September Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenamnya di lokasi uji coba nuklir Punggyeri, mengakibatkan krisis geopolitik sementara di Semenanjung Korea.
21 September Presiden Moon Jae-in menghadiri Sidang Umum PBB di New York. Dalam pidato utamanya di acara tersebut, Moon mengumumkan "Inisiatif Perdamaian PyeongChang" yang berisi rencana Korea Selatan untuk mengundang partisipasi Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018 untuk menjadikannya Olimipiade Perdamaian sekaligus membangun momentum penyelesaian isu nuklir Korea Utara.
1 November Dalam pidatonya di Majelis Nasional, Presiden Moon Jae-in menyampaikan lima prinsip untuk mencapai perdamaian di Semenanjung Korea.
- Tidak ada konflik bersenjata di Semenanjung Korea
- Denuklirisasi Semenanjung Korea
- Mengambil peran utama dalam menyelesaikan isu antar-Korea
- Resolusi damai isu nuklir Korea Utara
- Tanggapan keras terhadap provokasi apapun dari Korea Utara
2018
2018
1 Januari Dalam pidato tahun barunya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengindikasikan kemungkinan mengirim delegasi dan atlet Korea Utara ke Olimpiade Musim Dingin PyeongChang di Korea Selatan.
9 Januari Menteri Unifikasi Korea Selatan Cho Myoung-gyon dan Ketua Komite Korea Utara untuk Reunifikasi Damai Korea Ri Son-gwon duduk bersama dalam pembicaraan tingkat tinggi antar-Korea di Rumah Perdamaian, Panmunjeom.
- Partisipasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin PyeongChang
- Meredakan ketegangan militer antar kedua Korea
- Menghidupkan kembali kerja sama dan pertukaran antar-Korea
- Pengadopsian pernyataan pers bersama termasuk ikrar untuk menghormati kesepakatan yang dibuat dalam KTT antar-Korea sebelumnya.
9 Februari Delegasi tingkat tinggi Korea Utara, termasuk Kim Yo-jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sekaligus wakil direktur Komite Pusat Partai Buruh, dan ketua Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara Kim Yong-nam menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang.
10 Februari Presiden Moon Jae-in mengundang delegasi tingkat tinggi Korea Utara ke jamuan makan siang di kantor kepresidenan.
Wakil direktur Komite Pusat Partai Buruh Kim Yo-jong menyampaikan surat pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kepada Presiden Moon.
5 Maret Delegasi Korea Selatan beranggotakan 5 orang, termasuk Ketua Badan Keamanan Nasional Chung Eui-yong dan Kepala Badan Intelijen Nasional Suh Hoon, mengunjungi Korea Utara dan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
6 Maret Delegasi Korea Selatan kembali ke Selatan dan mengadakan pengarahan media di kantor kepresidenan, di mana mereka mengumumkan kesepakatan untuk menggelar KTT antar-Korea ketiga pada akhir April.
9 Maret Presiden AS Donald Trump menerima usulan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk mengadakan KTT antara Korea Utara dan AS.
15 Maret Pemerintah Korea Selatan meluncurkan komite persiapan KTT antar-Korea.
29 Maret Menteri Unifikasi Korea Selatan Cho Myoung-gyon dan Ketua Komite Korea Utara untuk Reunifikasi Damai Korea Ri Son-gwon mengadakan pembicaraan tingkat kerja antar-Korea di gedung Tongilgak, bagian utara Panmunjeom.
Mereka mengadopsi pernyataan pers bersama dengan 3 pasal dan mengonfirmasi rencana penggelaran KTT antar-Korea pada 27 April.
1-3 April Pada tgl. 1 dan 3 April, rombongan kesenian Korea Selatan menggelar pertunjukan dua kali di Pyongyang bertajuk "Musim Semi Datang".
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un beserta istri Ri Sol-ju menyaksikan pertunjukan rombongan kesenian Korea Utara pada 1 April.
20 April Korea Utara mengumumkan akan menghentikan uji coba nuklir dan memfokuskan semua upaya pada perekonomian dalam rapat paripurna Komite Pusat Partai Buruh yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un.
Korea Utara berjanji akan menangguhkan uji coba nuklir, rudal balistik jarak jauh menengah (IRBM) dan rudal balistik antarbenua (ICBM), sekaligus menutup situs uji coba nuklir Punggye-ri di Provinsi Hamgyeong Utara.
27 April Pemimpin kedua Korea bertemu dalam gelaran 'KTT Antar-Korea 2018' di Panmunjeom.
7-8 Mei Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un mengunjungi China untuk kedua kalinya
Kim Jong Un dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Dalian, Provinsi Liaoning, China
9 Mei Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk kedua kalinya mengunjungi Korea Utara, bertemu Kim Jong-un dan mendiskusikan isu denuklirisasi
10 Mei Menteri Pompeo kembali bersama tiga warga keturunan Korea-Amerika yang sempat ditahan di Korea Utara
Presiden Trump melalui akun Twitternya mengumumkan pihaknya akan menggelar KTT dengan Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juni
12 Mei Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengumumkan undangan untuk jurnalis dari Korea Selatan, AS, China, Rusia dan Inggris untuk menyaksikan pembongkaran lokasi pengujian nuklir Punggyeri di Kilju, Provinsi Hamgyong Utara
16 Mei Korea Utara menginformasikan penundaan rencana KTT antar-Korea, menyebut latihan militer gabungan Max Thunder antara Korea Selatan dan AS sebagai alasannya
Wakil Pertama Menteri Luar Negeri Korea Utara Kim Kye-kwan mengeluarkan pernyataan
"Jika mereka memaksa pembongkaran senjata nuklir satu sisi, kita tidak punya pilihan selain mempertimbangkan kembali KTT dengan AS"
17 Mei Ketua Komite Korea Utara untuk Reunifikasi Damai Korea Ri Son-gwon mengatakan bahwa akan sulit untuk melanjutkan pembicaraan dengan Korea Selatan jika sejumlah isu penting belum diselesaikan
18 Mei Korea Utara menolak menerima daftar jurnalis Korea Selatan yang diundang untuk menghadiri pembongkaran lokasi pengujian nuklir Punggyeri
22 Mei (23 Mei Waktu Korea)
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Presiden AS Donald Trump menggelar KTT di Gedung Putih
23 Mei Korea Utara memperbolehkan jurnalis Korea Selatan untuk meliput pembongkaran lokasi pengujian nuklir Punggyeri
24 Mei Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui mengeluarkan pernyataan tanggapan atas Washington yang kemungkinan akan mengadopsi model Libya saat menghadapi Pyongyang
"Korea Utara dapat membuat AS sengsara atas tragedi mengerikan yang belum pernah dirasakan atau dibayangkan sebelumnya"
Korea Utara membongkar lokasi pengujian nuklir Punggyeri dengan dihadiri jurnalis asing
Presiden Trump membatalkan KTT dengan Korea Utara melalui sebuah surat untuk Kim Jong-un
25 Mei Wakil Pertama Menteri Luar Negeri Korea Utara Kim Kye-kwan mengeluarkan pernyataan
"Korea Utara bersedia berdikusi dengan AS untuk menyelesaikan permasalahan, kapanpun dan dalam format apapun"
Presiden Trump menyiratkan KTT Korea Utara dan AS dapat digelar tanggal 12 Juni
26 Mei Presiden Moon dan Kim Jong-un
menggelar KTT kedua mereka di Tongilgak, bagian utara Panmunjeom
1 Juni Dua Korea menggelar pembicaraan tingkat tinggi di Rumah Perdamaian, bagian selatan Panmunjeom
-membahas langkah-langkah implementasi Deklarasi Panmunjeom
-setuju untuk mendirikan kantor penghubung antar-Korea di Kompleks Industri Gaeseong
-memastikan tanggal untuk pembicaraan tingkat kerja
(pembicaraan berikutnya termasuk pembicaraan militer, pembicaraan olahraga, pembicaraan Palang Merah, kereta api, jalan dan hutan)
8 Juni Delegasi Korea Selatan dipimpin Wakil Menteri Unifikasi Chun Hae-sung mengunjungi Kompleks Industri Gaeseong untuk mempersiapkan pembukaan kantor penghubung
12 Juni Kim Jong-un dan Presiden Trump
menggelar KTT di pulau Sentosa, Singapura dan menandatangani empat poin kesepakatan yang berisi:
-kesepakatan untuk membangun hubungan baru antara AS dan Korea Utara
-kesepakatan untuk mengerahkan upaya bersama menuju terwujudnya rezim perdamaian
-penegasan Deklarasi Panmunjeom dan menjanjikan upaya menuju denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea
-komitmen untuk bekerja demi mengembalikan sisa-sisa kerangka tahanan perang atau prajurit yang hilang saat Perang Korea
14 Juni Dua Korea menggelar pembicaran militer tingkat tinggi di Tongilgak
-mengadopsi pernyataan gabungan dan sepakat untuk mengembalikan jalur komunikasi militer di Laut Timur dan Laut Barat secara penuh
Presiden Moon menyambut kedatangan Menteri Luar Negeri Pompeo
Menteri Luar negeri Pompeo menyampaikan hasil KTT Korea Utara dan AS
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, AS dan Jepang menggelar pembicaraan di Seoul
18 Juni Dua Korea menggelar pembicaraan kerja sama olahraga di Rumah Perdamaian, bagian selatan Panmunjeom pada bulan Juni
-sepakat untuk menggelar pertandingan baseball di Pyongyang pada bulan Juli dan di Seoul pada musim gugur
-sepakat untuk berparade bersama pada upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 di Indonesia dan membentuk tim gabungan pada beberapa cabang
19 Juni Korea Selatan dan AS mengumumkan penundaan sementara latihan Ulchi Freedom Guardian
19-20 Juni Delegasi Korea Selatan mengunjungi Kompleks Industri Gaeseong sabagai bagian persiapan pembukaan kantor perhubungan antar-Korea
Kim Jong-un dan Presiden China Xi Jinping menggelar KTT di Beijing
22 Juni Dua Korea menggelar pembicaraan Palang Merah ke-12 di Gunung Geumgangsan
-sepakat untuk menggelar reuni keluarga terpisah pada bulan Agustus
-sepakat untuk memperbaiki rumah penerimaan di Gunung Geumgangsan
Korea Selatan dan AS menunda tanpa batas latihan Program Pertukaran AL Korea (KMEP)
25 Juni Dua Korea menggelar pembicaraan tingkat kerja, membahas penyambungan ulang jalur komunikasi militer Laut Timur dan Laut Barat
26 Juni Dua Korea menggelar pembicaraan membahas kerja sama rel kereta api di Panmunjeom
-setuju untuk menghubungkan kembali dan memodernisasi Jalur Gyeongui (Gaeseong dan Sinuiju di Jalur Gyeongui) dan Jalur Laut Timur (Gunung Geumgangsan dan Sungai Tumen)
27 Juni Korea Selatan mengirim delegasi ke Gunung Geumgangsan untuk mempersiapkan reuni keluarga terpisah
28 Juni Dua Korea menggelar pembicaraan tingkat kerja untuk membahas kerja sama jalan raya di Tongilgak
-sepakat untuk memodernisasi jalan penghubung Laut Timur(Goseong dan Wonsan) dan jalan penghubung Gyeongui (Pyongyang dan Gaesong)
1 Juli Dua Korea menngembalikan saluran komunikasi radio kapal ke kapal di Laut Barat untuk kali pertama dalam sepuluh tahun
2 Juli Korea Selatan memulai pekerjaan perbaikan kantor penghubung antar-Korea
(perbaikan kantor penghubung antar-Korea, wisma pekerja, pusat pengawasan di Kompleks Industri Gaeseong dan lain-lain)
3-6 Juli 101 anggota delegasi atlet dan pejabat pemerintah Korea Selatan dipimpin Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon mengunjungi Korea Utara untuk berpartisipasi dalam pertandingan basket antar-Korea
Pyongyang menggelar pertandingan basket antar-Korea
4 Juli Tim gabungan atlet Korea Selatan dan Korea Utara menggelar pertandingan basket
5 Juli Dua Korea menggelar pertandingan basket lain dan mengadakan pembicaraan untuk menyelenggarakan acara olahraga gabungan tambahan
3 Juli Dua Korea saling bertukar daftar peserta yang ingin berpartisipasi dalam reuni keluarga terpisah (250 orang warta Korea Selatan, 200 orang warga Korea Utara)
4 Juli Dua Korea menggelar pembicaraan tingkat kerja untuk mendorong kerjasama kehutanan di Rumah Perdamaian Panmunjeom
-sepakat untuk memodernisasi pembibitan pohon dan meningkatkan kerja sama pengendalian hama
5 Juli Dua Korea melanjutkan pembicaraan tingkat kerja di Pyongyang terkait pelaksanaan kegiatan olahraga gabungan tambahan
Menteri Unifikasi Korea Selatan Cho Myoung-gyon dan Wakil Ketua Komite Pusat Partai Buruh Korea Utara Kim Yong-chol bertemu di Pyongyang
6-7 Juli Menteri Luar Negeri AS Pompeo mengunjungi Pyongyang dan bertemu Kim Jong-un
-Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengungkapkan penyesalannya atas sikap Washington terkait kunjungan Pompeo
10 Juli Korea Selatan mengumumkan penundaan latihan militer gabungan Ulchi Freedom Guardian tahun ini
-Korea Selatan memutuskan untuk melakukan latihan Ulchi Taeguk pada tahun 2019
16 Juli Korea Utara dan AS menggelar rapat tingkat kerja terkait pemulangan sisa-sisa kerangka jenazah tentara AS yang tewas dalam Perang Korea
5 anggota kelompok Dewan Korea untuk Rekonsiliasi dan kerja sama mengunjungi Korea Utara (16-19 Juli)
Kelempok tersebut mendiskusikan sebuah proposal untuk upaya bersama memulangkan sisa-sisa kerangka jenazah korban kerja paksa oleh Jepang
17 Juli Kedua Korea secara penuh memulihkan jalur komunikasi militer di wilayah Laut Barat
24 Juli Kedua Korea memeriksa bagian yang menghubungkan Jalur Gyeongui antara Gaeseong dan Sinuiju, serta tim peneliti gabungan antar-Korea menggelar rapat pertama
27 Juli Korea Utara memulangkan 55 set kerangka jenazah tentara AS yang tewas dalam Perang Korea Kim Jong-un menyampaikan surat kepada Presiden Trump
31 Juli Dua Korea menggelar pembicaraan tingkat jenderal di Rumah Perdamaian Panmunjeom pada bulan Juli
-mendiskusikan pelucutan senjata di Area Keamanan Gabungan, bersama menggali kerangka jenazah tentara AS di Zona Demiliterisasi, melakukan percobaan penarikan pasukan di pos-pos jaga perbatasan dan menahan aktivitas permusuhan di Laut Barat
4 Agustus Kedua Korea saling bertukar daftar akhir peserta anggota reuni keluarga terpisah antar-Korea (93 orang warga Korea Selatan, 88 orang warga Korea Utara)
8 Agustus Kedua Korea memeriksa kerusakan akibat serangan hama pada pepohonan Gunung Geumgangsan
9 Agustus Korea Utara mengajukan pembicaraan tingkat tinggi antar-Korea
Tim peneliti gabungan rel kerta api antar-Korea menggelar rapat kedua
13 Agustus Kedua Korea menggelar konferensi tingkat tinggi di Tongilgak pada bulan Agustus
-Sepakat menggelar KTT antar-Korea di Pyongyang pada bulan September
20-22 dan 24-26 Agustus Kedua Korea menggelar reuni keluarga terpisah putaran ke-21 di Gunung Geumgangsan
5 September Utusan khusus Presiden Moon dipimpin Penasihat Keamanan Nasional Chung Eui-yong mengunjungi Korea Utara untuk bertemu dengan Kim Jong-un
Menyepakati tanggal KTT antar-Korea ke tiga
13 September Kedua Korea menggelar pembicaraan tingkat militer ke-40 di Panmunjeom
14 September Kedua Korea menggelar pembicaraan tingkat tinggi dan tingkat kerja dalam rangka memperisapkan KTT antar-Korea ke tiga
-sepakat bahwa Presiden Moon akan berkunjung ke Korea Utara melalui rute penerbangan langsung dari Incheon ke Pyongyang
-sepakat untuk menyiarkan langsung kegiatan-kegiatan KTT tersebut, termasuk pertemuan Presiden Moon dan Pemimpin Kim Jong-un
Kedua Korea membuka kantor penghubung antar-Korea, menciptakan jalur komunikasi 24/7 antar-Korea pertama
18-20 September Presiden Moon dan Kim Jong-un
menggelar KTT ke-3 di Pyongyang

Deklarasi Panmunjeom 4.27

Deklarasi Panmunjeom untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Unifikasi Semenanjung Korea

Dalam masa penting transformasi sejarah Semenanjung Korea, merefleksikan aspirasi abadi orang-orang Korea untuk perdamaian, kemakmuran dan unifikasi, Presiden Moon Jae-in dari Republik Korea dan Pemimpin Kim Jong-un dari Republik Demokratik Rakyat Korea menggelar KTT Antar-Korea di ‘Rumah Perdamaian’ di Panmunjeom pada tanggal 27 April 2018.

Kedua pemimpin dengan sungguh-sungguh menyatakan kepada 80 juta orang Korea dan seluruh dunia bahwa tidak akan ada lagi perang di Semenanjung Korea dan dengan demikian, era baru perdamaian telah dimulai.

Kedua pemimpin, dengan berbagi komitmen kuat untuk segera mengakhiri perpecahan dan konfrontasi peninggalan Perang Dingin yang sudah berlangsung lama, demi mendekati era baru rekonsiliasi nasional, perdamaian dan kemakmuran, dan untuk meningkatkan dan memupuk hubungan antar-Korea secara lebih aktif, mendeklarasikan di situs bersejarah Panmunjeom sebagai berikut:

1. Korea Selatan dan Utara akan menghubungkan kembali hubungan darah rakyat dan membawa masa depan kemakmuran bersama dan unifikasi yang dipimpin oleh Korea dengan memfasilitasi kemajuan yang komprehensif dan inovatif dalam hubungan antar-Korea.

Meningkatkan dan memupuk hubungan antar-Korea adalah keinginan umum seluruh bangsa dan panggilan mendesak zaman yang tidak dapat ditahan lagi.

ⓛ Korea Selatan dan Utara menegaskan prinsip menentukan nasib bangsa Korea atas kemauan sendiri dan sepakat untuk membawa momen yang menentukan bagi peningkatan hubungan antar-Korea melalui implementasi penuh semua kesepakatan dan deklarasi yang ada dan diadopsi kedua pihak selama ini.

② Korea Selatan dan Utara sepakat untuk menggelar dialog dan negosiasi di berbagai bidang termasuk di tingkat tinggi, dan untuk mengambil langkah-langkah aktif demi implementasi kesepakatan yang dicapai di KTT.

③ Korea Selatan dan Utara sepakat untuk bersama-sama membentuk kantor penghubung antar-Korea di Gaesong di mana ditempatkan pejabat berwenang dari kedua pihak untuk memfasilitasi konsultasi secara dekat dengan pihak berwenang serta memperlancar pertukaran dan kerja sama antar masyarakat.

④ Korea Selatan dan Utara sepakat untuk mendorong kerja sama, pertukaran, kunjungan, dan kontak yang lebih aktif di semua tingkatan demi memperbarui perasaan rekonsiliasi nasional dan persatuan.

Antara Korea Selatan dan Utara, kedua pihak akan mendorong atmosfer persahabatan dan kerja sama dengan secara aktif melangsungkan berbagai kegiatan gabungan pada tanggal-tanggal yang memiliki arti khusus bagi Korea Selatan dan Utara, seperti 15 Juni, dengan melibatkan peserta dari segala tingkatan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, parlemen, partai politik, dan organisasi sipil. Di depan dunia internasional, kedua pihak sepakat untuk menunjukkan kebijaksanaan kolektif, bakat, dan solidaritas dengan berpartisipasi secara bersama-sama dalam kegiatan olahraga internasional seperti Asian Games 2018.

⑤ Korea Selatan dan Utara sepakat untuk berusaha keras agar secepatnya menyelesaikan masalah kemanusiaan yang terjadi akibat perpecahan bangsa, dan untuk mengadakan Pertemuan Palang Merah Antar-Korea untuk membahas dan menyelesaikan berbagai masalah termasuk reuni keluarga terpisah.

Dalam hal ini, Korea Selatan dan Utara setuju untuk melanjutkan program reuni bagi keluarga terpisah pada kesempatan Hari Kemerdekaan Nasional tanggal 15 Agustus tahun ini.

⑥ Korea Selatan dan Utara sepakat untuk secara aktif melaksanakan proyek-proyek yang sebelumnya disepakati dalam Deklarasi 4 Oktober 2007, demi mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan kemakmuran bersama bangsa. Sebagai langkah pertama, kedua pihak sepakat untuk mengadopsi langkah-langkah praktis menuju koneksi dan modernisasi rel kereta dan jalan raya di koridor transportasi timur serta antara Seoul dan Sinuiju demi pemanfaatannya.

2. Korea Selatan dan Utara akan melakukan upaya bersama untuk mengurangi ketegangan militer akut dan secara praktis menghilangkan bahaya perang di Semenanjung Korea.

① Korea Selatan dan Utara sepakat untuk sepenuhnya menghentikan semua tindakan permusuhan antara satu sama lain dalam segala bidang, termasuk darat, air dan udara, yang menjadi sumber ketegangan militer dan konflik.

Dalam hal ini, kedua pihak sepakat untuk mengubah zona demiliterisasi men jadi zona damai dalam arti sebenarnya dengan sejak 1 Mei tahun ini, menghentikan segala tindakan permusuhan dan menghilangkan seluruh sarananya, termasuk penyiaran melalui pengeras suara dan distribusi selebaran, di area sepanjang Garis Demarkasi Militer.

② Korea Selatan dan Utara sepakat untuk merancang skema praktis untuk mengubah area sekitar Garis Batas Utara di Laut Barat menjadi zona damai maritim untuk mencegah bentrokan militer yang tidak disengaja dan menjamin keamanan aktifitas penangkapan ikan.

③ Korea Selatan dan Utara sepakat untuk mengambil berbagai langkah militer untuk menjamin pengaktifan kerja sama, pertukaran, kunjungan, dan kontak.

Kedua pihak sepakat untuk sering menggelar pertemuan antara pejabat militer, termasuk Pertemuan Menteri Pertahanan, demi membahas secara langsung dan menyelesaikan masalah militer yang timbul di antara kedua pihak. Dalam hal ini, kedua pihak sepakat untuk pertama-tama mengadakan pembicaraan militer setingkat jenderal pada bulan Mei.

3. Korea Selatan dan Utara akan bekerja sama secara aktif untuk membentuk rezim perdamaian yang permanen dan solid di Semenanjung Korea.

Menghentikan status gencatan senjata saat ini yang tidak wajar dan membangun rezim perdamaian yang kuat di Semenanjung Korea adalah misi bersejarah yang tidak bisa ditunda lebih jauh.

① Korea Selatan dan Utara menegaskan kembali Perjanjian Non-Agresi yang melarang penggunaan kekerasan dalam bentuk apapun antara satu sama lain, dan sepakat untuk secara ketat mematuhi Perjanjian ini.

② Korea Selatan dan Utara sepakat untuk melakukan pelucutan senjata secara bertahap, seiring dikuranginya ketegangan militer dan diraihnya kemajuan substansial dalam pembangunan kepercayaan militer.

③ Dalam tahun ini yang menandai 65 tahun gencatan senjata, Korea Selatan dan Utara sepakat untuk secara aktif mengejar pertemuan trilateral yang melibatkan kedua Korea dan Amerika Serikat, atau pertemuan empat pihak yang melibatkan kedua Korea, Amerika Serikat dan China dengan maksud untuk mendeklarasikan berakhirnya perang, mengubah gencatan senjata menjadi perjanjian perdamaian, dan membangun rezim perdamaian yang permanen dan solid.

④ Korea Selatan dan Utara mengonfirmasi tujuan bersama, yakni Semenanjung Korea yang bebas nuklir, melalui denuklirisasi sempurna. Korea Selatan dan Utara berbagi pandangan bahwa langkah yang diinisiasi Korea Utara sangat berarti dan penting bagi denuklirisasi Semenanjung Korea dan sepakat untuk menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing.

Korea Selatan dan Utara sepakat untuk secara aktif mencari dukungan dan kerja sama masyarakat internasional demi denuklirisasi Semenanjung Korea.

Kedua pemimpin sepakat melalui pertemuan rutin dan percakapan telepon langsung, untuk sering menggelar diskusi terkait isu-isu penting bagi bangsa, untuk memperkuat rasa saling percaya dan secara bersama-sama berupaya keras untuk memperkuat momentum positif menuju peningkatan hubungan antar-Korea secara terus menerus, serta perdamaian, kemakmuran dan unifikasi Semenanjung Korea.

Dalam konteks ini, Presiden Moon Jae-in setuju untuk mengunjungi Pyongyang musim gugur ini.

27 April 2018
Panmunjeom

Presiden Republik Korea
Moon Jae-in

Kepala Komite Urusan Dalam Negeri Korea Utara
Kim Jong-un