Warta Berita

Semenanjung Korea, A to Z

Selangkah Satu Korea

Hubungan Korut-Jepang Setelah Pelantikan PM Jepang yang Baru

2020-09-24

ⓒ YONHAP News

Selama jumpa pers pertamanya sebagai PM Jepang yang baru pada 16 September, dia tidak menyebutkan hubungan antara Korea Selatan dan Jepang, tetapi dia sekali lagi menempatkan masalah penculikan tersebut sebagai prioritas utama. Korea Utara menculik warga negara Jepang antara akhir tahun 1970-an hingga awal tahun 1980-an untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada mata-mata Korea Utara yang akan dikirim ke Korea Selatan. 


Perselisihan antara Jepang dan Korea Utara terkait isu penculikan tersebut sudah berlangsung lama hingga almarhum pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il dan Perdana Menteri Jepang saat itu, Junichiro Koizumi mengadakan pertemuan puncak mereka pada tanggal 17 September 2002. Selama pertemuan puncak pertama antara kedua negara, almarhum pemimpin Korea Utara itu mengakui adanya kasus penculikan warga negara Jepang dan mengucapkan permintaan maaf. Namun, kasus penculikan tersebut belum terselesaikan karena keduanya masih memiliki posisi yang berbeda dalam isu ini.


Seiring dengan dilantiknya PM Jepang yang baru, perhatian kini tertuju pada perubahan dalam hubungan Korea Utara dan Jepang yang tengah mandek. Tetapi sebagian besar pengamat memperkirakan bahwa Korea Utara tidak akan menanggapi upaya Jepang yang hendak meningkatkan hubungan bilateral, karena Suga berjanji untuk meneruskan kebijakan Abe yang menimbulkan kontroversi dengan Korea Utara dalam setiap kepentingan bilateral sejauh ini. Dikatakan bahwa kabinet Suga akan menyelesaikan gagasan pertahanan barunya dalam tahun ini yang memungkinkan Jepang melakukan serangan terlebih dahulu terhadap fasilitas rudal Korea Utara. Jika langkah itu terlaksana, hubungan Korea Utara dan Jepang kemungkinan akan semakin memburuk.

Berita Terbaru