Warta Berita

Semenanjung Korea, A to Z

Selangkah Satu Korea

Penembakan Misil Balistik Pertama Korea Utara Sejak Presiden Biden Menjabat

2021-04-01

ⓒ KBS

Pada 25 Maret, Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur dari daerah Hamju, Provinsi Hamgyong Selatan, Korea Utara. Keesokan harinya, surat kabar resmi pemerintah Korea Utara Rodong Sinmun melansir bahwa negara itu menguji coba peluru kendali taktis baru yang dapat memasang hulu ledak seberat 2,5 ton, menggunakan teknologi inti dari rudal yang sudah dikembangkan. Dikatakan juga bahwa dalam uji tembak itu, kedua rudal terbang sejauh 600 kilometer ke Laut Timur untuk mencapai target dengan presisi yang tepat. 


Korea Utara kembali menunjukkan kekuatannya, memicu peningkatan ketegangan untuk mendapat kekuatan saat pemerintahan Biden sedang menyelesaikan tinjauan kebijakan terhadap Korea Utara. Korea Utara mungkin hendak memamerkan kemampuan militernya yang cukup kuat untuk menghadapi AS dan juga meminta AS untuk menerima tawarannya. Peluncuran rudal terbaru ditujukan untuk menyampaikan pesan ini kepada AS. 


Dalam konferensi pers pertamanya pada 25 Maret, beberapa jam setelah Korea Utara meluncurkan uji misil, presiden Biden menyinggung bahwa penembakan rudal balistik Korea Utara adalah pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB. Dia memberikan peringatan bahwa dia akan mengambil tanggapan yang sesuai jika Korea Utara memilih untuk meningkatkan ketegangan. Sementara itu, Gedung Putih mengatakan Presiden Biden tidak berencana mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. 


Ada keprihatinan bahwa Korea Utara dapat meningkatkan provokasi bersenjata, bertepatan dengan peringatan ulang tahun pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, yang akan jatuh pada 15 April. Dengan berbagai peristiwa politik yang dijadwalkan berlangsung, bulan April ini diperkirakan akan menjadi titik balik penting dalam perkembangan diplomatik regional. 

Berita Terbaru